24 January 2012

Kicauan Oscar 2012

24 January 2012 1

baca selengkapnya...

31 December 2011

Kaleidoskop 2011

31 December 2011 1
Resolusi 2011?
Rasanya kurang lebih gue sudah membuat kalender perjalanan gue selama setahun ke depan; memenuhi masa kerja sosial di Glasgow sampai akhir Juni, lalu satu bulan mini-Eurotrip untuk mengunjungi teman-teman lama gue di beberapa negara, dan kembali ke bukit Taize sampai setidaknya European Meeting selanjutnya di Berlin. Semoga dengan singgahnya gue di Taize selama beberapa bulan, gue bisa men-digest dan merefleksikan segala hal luar biasa yang telah terjadi pada gue selama ini. Karena gue ingat benar, semenjak Manila gue benar-benar belum punya waktu untuk duduk diam dan merenung karena terlalu sibuk untuk mengejar mimpi-mimpi. Lalu langkah selanjutnya setelah proses refleksi itu adalah semoga gue bisa menemukan jalan gue untuk kerja sosial sebagai apa dan dimana. Amin! (Kaleidoskopi 2010, 2010)

Januari 2011
Lima hari pertama di tahun 2011 ini gue habiskan di tanah Belanda. Tepatnya setelah pertemuan kaum muda Eropa yang diadakan oleh Komunitas Taize ditutup pada tanggal 1 Januari, gue pun mengunjungi seorang teman lama di Rotterdam. Lalu gue mendatangi kota Amsterdam untuk mengunjungi seorang teman baru, sekaligus melihat-lihat ibu kota Belanda itu. Lewat salah satu acara tradisional Skotlandia yang gue ikuti, gue menemukan bahwa gue tidak terlalu mengenal negara gue sendiri, khususnya dalam hal sastra. Lalu seperti bulan Januari tahun-tahun sebelumnya, umur gue bertambah satu.

Februari 2011
Ada banyak hal menarik yang terjadi di bulan penuh cinta ini *tjiee*, salah satunya adalah bagaimana gue bisa berkenalan dengan dua wanita sekaligus *tepuk tangan*. Ada #gadisblazer yang sayangnya berakhir tragis, namun ada pula #gadisbis yang berujung pada kencan casual *ihiy*. Lalu di akhir bulan, untuk pertama kalinya gue pergi keluar dari main island untuk menuju pulau kecil  yang cukup terisolasi, pulau Iona. Perjalanan menuju pulau ini luar biasa; dua jam jalan darat, menyebrang ke pulau Mull dengan kapal ferry, satu jam jalan darat, menyeberang lagi dengan kapal ferry ke pulau Iona. Tapi sepanjang jalan kenangan tersebut, gue benar-benar mengerti bagaimana sang Ratu tidak ingin melepas Skotlandia; lantaran pemandangan alamnya luar biasa indah dan mengagumkan!


baca selengkapnya...

10 December 2011

Cerita dari Kebun Sawit

10 December 2011 0
Ada satu cerita yang gue alami tapi belum sempat gue bagikan di blog ini. Tanggal 21 - 28 November 2011 kemarin, gue berada di tengah perkebunan sawit di Kecamatan Merlung, Propinsi Jambi. Keberadaan gue disana adalah untuk membantu sebuah penelitian yang diadakan oleh salah satu lembaga masyarakat di kampus gue. Pergi ke tengah hutan, daerah terpencil, tidak perlu mengeluarkan biaya, digaji pula! Mantap.

Jadi, cerita awalnya seperti ini. Kira-kira beberapa minggu yang lalu, gue ke kampus untuk ketemu dan silaturahmi dengan salah satu dosen gue. Tidak disangka, beliau menawarkan gue pekerjaan lepas ini, yang langsung saja gue iya-kan. Delapan hari di perkebunan sawit untuk melakukan penelitian tentang pemetaan pendidikan serta faktor internal dan eksternal yang bisa mendukung berlangsungnya pendidikan tersebut. Yang menarik buat gue adalah, gue membayangkan bagaimana gue bisa berinteraksi dengan penduduk setempat disana, yang merupakan suatu hal yang sangat langka bagi orang-orang yang tinggal di kota besar.

baca selengkapnya...

3 December 2011

Tentang Jurnalisme Film

3 December 2011 1
Hari Jumat 2 Desember 2011 kemarin gue diajak oleh seorang partner-in-crime gue soal film ke sebuah kuliah umum. Rekan gue ini hanya bilang kuliah umum ini tentang jurnalistik film dan akan dibawakan oleh Ekky Imanjaya. Hanya dengan judul kuliah tersebut sudah cukup untuk mengumpulkan niat gue untuk datang ke "Binus International di sebelah Senayan City". Ya, gue memang sedang haus untuk meningkatkan kemampuan menulis ulasan film gue. Dulu pernah ada kuliah umum "Klinik Film" bersama kritikus film lokal Eric Sasono namun sayang gue masih berada di Glasgow. Sekarang mumpung gue berada di Jakarta, gue tidak akan melewatkan kesempatan emas ini.

Macetnya jalanan Jakarta di hari Jumat sore membuat gue telat sekitar 20 menit sampai di kelas. Beruntung ternyata kuliah umum itu tampak baru mulai dengan si pembicara menjelaskan sedikit latar belakangnya. Eh tunggu, ternyata pembicaranya bukan mas Ekky secara beliau hanya duduk di sudut kelas mengoperasikan laptop yang terhubung dengan OHP. Dan si pembicara ini ternyata bule, dan berbahasa Inggris! *yaeyalah* Ternyata si pembicara ini adalah Christian Razukas, seorang Amerika asli yang sudah tinggal selama dua tahun di Indonesia karena ketertarikannya dengan sinema Indonesia. Dia bekerja untuk berbagai festival film sebagai programmer, dan sekarang bekerja sebagai copy editor di harian Jakarta Post. Ternyata beliau diundang khusus oleh mas Ekky untuk bercerita sedikit tentang film journalistic dan film critic.


baca selengkapnya...

6 November 2011

Nostalgila: Gue & Taizé (2)

6 November 2011 1
lanjutan dari Nostalgila: Gue & Taizé

di tahun 2008, gue mendapat kesempatan untuk "naik haji" ke desa Taize. sungguh sebuah pengalaman luar biasa, benar-benar mimpi yang menjadi kenyataan. dan sepulangnya gue dari Taize, gue menjadi lebih bersemangat untuk melayani DNTZ, semakin engga peduli dengan tingkat kehadiran umat dan tetap menyemangati teman-teman yang masih "gregetan" dengan tingkat kehadiran umat, lalu mencoba melebarkan sayap dengan mengunjungi paroki-paroki yang memiliki jadwal DNTZ setiap bulannya.

ternyata dengan program pelebaran sayap gue ini, sedikit banyak membuka cara pandang kami. kami jadi sadar bahwa selama ini kami "tidak sendirian". dalam arti, ga cuma paroki kami kok dimana umat yang datang doa ga lebih dari 20 orang. ga cuma paroki kami juga kok, yang menemui masalah dengan proses regenerasi. malah terkadang kami merasa bersyukur, bahwa kami punya lebih banyak pilihan alat musik yang bisa digunakan untuk mengiringi doa. selain itu juga, paroki-paroki lain yang kami kunjungi pun terkadang melakukan kunjungan balasan untuk hadir di salah satu DNTZ kami. jadi saling mengunjungi ini benar-benar membuka tali silaturahmi antara pemerhati DNTZ di berbagai paroki di Jakarta.

baca selengkapnya...

23 October 2011

Cerita dari L'Arche

23 October 2011 0
Program relawan Vincentian Volunteers telah berakhir ketika gue mengetik tulisan ini. Selesai sudah misi pelayanan kami selama 10 bulan penuh semenjak September 2010 kemarin. Alih-alih di Glasgow, detik ini gue berada di Liverpool dari hari Minggu kemarin. Yup, gue menghabiskan seminggu terakhir di program ini di Liverpool untuk kerja di L'Arche. Keputusan ini bukan tanpa pemikiran dan pertimbangan yang berarti,  persilahkan gue untuk menceritakan lebih lanjut kenapa dan bagaimana.

L'Arche (bahasa Perancis untuk "The Ark") adalah sebuah organisasi Kristiani yang berbasis komunitas untuk merawat orang-orang dengan kesulitan belajar. Jadi konsepnya adalah, orang-orang kesulitan belajar ini akan tinggal satu rumah dengan para asisten (yang rata-rata anak muda) dan hidup bersama sebagai komunitas. Pertama kali gue mengenal L'Arche ini adalah pada saat gue tinggal di Manila tahun 2009-2010 kemarin, dimana ada satu hari kami mengunjungi workshop L'Arche untuk membantu para core member (sebutan untuk orang-orang kesulitan belajar yang tinggal di L'Arche) membuat kerajinan tangan (kertas daur ulang dan lain-lain) untuk kemudian dijual dan menjadi biaya hidup mereka. Kunjungan pertama itu langsung membuat gue jatuh hati pada organisasi ini. Apalagi baru kali itu gue bisa berinteraksi secara dekat dengan orang-orang kesulitan belajar, yang ternyata mereka masih bisa melakukan sesuatu yang produktif!

baca selengkapnya...

8 October 2011

Tiga Bulan Setelah Pulang

8 October 2011 0
Tiga bulan semenjak kembalinya gue ke tanah air, rasanya baru kali ini gue menulis di blog ini. Iya, walaupun mood menulis tidak kunjung datang, rasanya gue harus memberikan update terakhir tentang kabar gue akhir-akhir ini.

Sesuai tulisan gue di Tiket Pulang, gue memang mencari kerja full-time di bidang sosial. Tapi selama tiga bulan ini gue yang sudah mencari lewat internet dan koneksi teman, belum menemukan kerjaan yang cocok di bidang sosial. Tinggal satu lagi harapan gue, yaitu bertemu dengan seorang dosen yang dikenal memiliki banyak koneksi di bidang sosial karena memang itu bidang beliau. Sementara menunggu mendapat kerjaan, gue pun menyibukkan diri gue di berbagai kegiatan yang bisa gue ikuti.

baca selengkapnya...
 
◄Design by Pocket Distributed by Deluxe Templates